APLIKASI MULTI AKAD PRODUK GADAI EMAS PADA BANK SUMSEL BABEL SYARIAH KCP MUHAMMADIYAH PALEMBANG: TINJAUAN FIKIH MUAMALAH DAN TATA KELOLA BIAYA (UJRAH)

Authors

  • Ulil Amri Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.70656/jme.v2i2.533

Keywords:

multi akad, uqud murakkabah, rahn emas, qardh

Abstract

Produk gadai emas (rahn emas) merupakan instrumen likuiditas jangka pendek yang diminati dalam industri keuangan syariah karena prosesnya cepat, jaminannya kuat, dan relatif mudah dijangkau segmen mikro. Meskipun demikian, praktik rahn emas masih menimbulkan kontroversi, terutama terkait penggabungan beberapa akad (multi akad/uqud murakkabah) dan penetapan biaya (ujrah) yang berpotensi bergeser dari kompensasi jasa penyimpanan menjadi tambahan atas pinjaman (qardh). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dan telaah dokumen untuk menilai struktur akad rahn emas (qardh-rahn-ijarah dan murabahah-rahn) serta menguji kesesuaiannya dengan prinsip fikih muamalah, fatwa DSN-MUI, dan literatur ilmiah mutakhir. Hasil analisis menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada keberadaan multi akad, melainkan pada desain dan implementasi: (1) ujrah yang diindeks pada nominal pinjaman berisiko menjadi riba terselubung; (2) penggabungan akad jual beli dan pinjaman tanpa pemisahan tujuan serta tanpa kepastian qabdh meningkatkan risiko hilah dan ketidakpatuhan. Artikel ini menawarkan model perbaikan berupa penetapan ujrah berbasis biaya riil (cost-based) dengan parameter objektif (bobot dan durasi), transparansi biaya administrasi, pemisahan dokumen akad beserta urutan pelaksanaan, dan penguatan sharia governance melalui checklist audit DPS. Implikasinya, rahn emas dapat berfungsi sebagai instrumen inklusi keuangan yang adil dan berorientasi maqasid apabila tata kelola biaya dan dokumentasi akad ditata secara disiplin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, P., Rianon, M. K., & Nuzula, N. (2021). Hybrid contract pada produk qardh beragun emas. Al-Mashrof: Islamic Banking and Finance, 2(2). doi:10.24042/al-mashrof.v2i2.10884.

Albar, K., bin Sapa, N., & Haddade, A. W. (2024). Kontruksi hybrid contract pada produk rahn di Pegadaian Syariah. Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance, 7(2). doi:10.25299/jtb.2024.vol7(2).17023.

Amin, H., Suhartanto, D., Ali, M., Ghazali, M. F., Rizal, H., & Abdul Razak, D. A. (2022). Maqasid-based consumer preference index for tawarruq personal financing. International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF), 5(1), 1–30. doi:10.18196/ijief.v5i1.11823.

Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani Press.

Ascarya. (2008). Akad dan produk bank syariah. Rajagrafindo Persada.

Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2001). Fatwa DSN-MUI No. 19/DSN-MUI/IV/2001 tentang al-Qardh.

Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2002). Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn.

Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). (2002). Fatwa DSN-MUI No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas.

Fajri, A. F., et al. (2022). Gold pawning: Potential of riba. Dinasti International Journal of Digital Business Management, 3(1), 54–64. doi:10.31933/dijdbm.v3i1.1075.

Habibulloh, M., & Maulida, A. (2024). Risk management in Islamic gold pawn at Islamic banks in Indonesia. Borneo Accounting and Management Journal, 1(2), 78–90. doi:10.61987/bamj.v1i2.386.

Hasanudin, Dewi, N. M., Pertiwi, G. P., & Wijayanti, F. (2022). Hybrid contract in Islamic financial services. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 14(1), 111–128. doi:10.15408/aiq.v14i1.25692.

Iska, S. (2012). Sistem perbankan syariah di Indonesia dalam perspektif fiqh muamalah. Fajar Media Press.

Maulana, L. (2020). Penerapan konsep hybrid contract dalam pembiayaan rahn di Pegadaian Syari’ah. AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah, 2(1), 47–66. doi:10.15575/aksy.v2i1.7860.

Muhammadi, M. M., Suhartanto, D., & Tjahjono, H. K. (2023). Contract integration: An overview of hybrid contracts in Islamic finance. Indonesian Comparative Law Review, 6(1), 62–76. doi:10.18196/iclr.v6i1.20699.

Otoritas Jasa Keuangan. (2012). Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/7/DPbS tentang Produk Qardh Beragun Emas bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Qadir, A., & Putri, N. (2022). Comparison of rahn contract based on Islamic law and guarantee contract based on Indonesia law. Journal of Islamic Economics Lariba, 8(2). doi:10.20885/jielariba.vol8.iss2.art1.

Sharif, W. H. M., et al. (2022). Wadiah and ujrah issue in al-rahnu product: An appraisal. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(8). doi:10.6007/IJARBSS/v12-i8/14663.

Syafe’i, R. (2001). Fiqh muamalah. Pustaka Setia.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Ulil Amri. (2025). APLIKASI MULTI AKAD PRODUK GADAI EMAS PADA BANK SUMSEL BABEL SYARIAH KCP MUHAMMADIYAH PALEMBANG: TINJAUAN FIKIH MUAMALAH DAN TATA KELOLA BIAYA (UJRAH). Journal of Multidiscipline and Equality, 2(2), 11–26. https://doi.org/10.70656/jme.v2i2.533