AKTUALISASI HADIS RISYWAH DALAM MASYARAKAT DESA SUKA CINTA KECAMATAN MUARA KUANG KABUPATEN OGAN ILIR: STUDI LIVING HADIS

Authors

  • Wina Artika Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Uswatun Hasanah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Hedhri Nadhiran Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Raden Ayu Erika Septiana

DOI:

https://doi.org/10.70656/emisja.v3i1.855

Keywords:

hadis, risywah, suap, living hadis, masyarakat desa

Abstract

Risywah atau suap merupakan praktik pemberian sesuatu kepada pihak tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan atau memengaruhi suatu keputusan. Dalam perspektif hadis, praktik risywah merupakan perbuatan yang dilarang, bahkan Rasulullah SAW melaknat pemberi, penerima, dan perantara suap. Namun, dalam kehidupan masyarakat, praktik tersebut masih ditemukan dan pada kondisi tertentu dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat Desa Suka Cinta Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir terhadap hadis larangan risywah serta mengetahui aktualisasi hadis tersebut dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan living hadis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, tokoh politik, dan warga Desa Suka Cinta yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori verstehen untuk memahami makna subjektif yang melatarbelakangi tindakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah mengetahui dan memahami hadis larangan risywah, sedangkan sebagian lainnya belum mengetahuinya secara memadai. Meskipun demikian, pemahaman tersebut belum sepenuhnya teraktualisasi dalam perilaku. Sebagian masyarakat tetap menerima pemberian berupa uang atau barang menjelang pemilu dengan alasan pemberian tersebut dianggap sebagai rezeki, bentuk penghargaan, pertolongan sosial, atau dapat diterima selama tidak disertai permintaan secara langsung. Faktor kebiasaan, kondisi ekonomi, pemahaman keagamaan, dan lingkungan sosial turut memengaruhi penerimaan terhadap praktik tersebut. Dengan demikian, nilai hadis larangan risywah belum sepenuhnya hidup dalam praktik sosial masyarakat Desa Suka Cinta.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Dawud, Sulaiman bin al-Asy'ats al-Azdi as-Sijistani. 2013. Sunan Abu Dawud. Jakarta: Almahira.

Artika, Wina. 2020. Aktualisasi Hadis Risywah dalam Masyarakat Desa Suka Cinta Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir (Studi Living Hadis). Skripsi. Palembang: UIN Raden Fatah Palembang.

Connolly, Peter. 2002. Aneka Pendekatan Studi Agama. Yogyakarta: LKiS.

Hasbillah, Ahmad 'Ubaydi. 2018. Ilmu Living Qur'an-Hadis. Ciputat, Tangerang Selatan: Yayasan Wakaf Darus-Sunnah.

Kaelan. 2010. Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma.

Mansyur, M. dkk. 2007. Metodologi Penelitian Living Qur'an dan Hadis. Yogyakarta: TH-Press.

Solahuddin, M. Agus dan Agus Suyadi. 2015. Ulumul Hadis. Bandung: Pustaka Setia.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Ath-Thuraiqi, Abdullah. 2003. Hukum Suap dalam Islam. Surabaya: Bina Ilmu.

Shihab, M. Quraish. 2002. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Wina Artika, Uswatun Hasanah, Hedhri Nadhiran, & Raden Ayu Erika Septiana. (2026). AKTUALISASI HADIS RISYWAH DALAM MASYARAKAT DESA SUKA CINTA KECAMATAN MUARA KUANG KABUPATEN OGAN ILIR: STUDI LIVING HADIS. El-Mubarak: Islamic Studies Journal, 3(1), 145–155. https://doi.org/10.70656/emisja.v3i1.855