HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KONSENTRASI MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES PEMBINA PALEMBANG
DOI:
https://doi.org/10.70656/stjhs.v3i1.718Keywords:
Aktivitas fisik, mahasiswa keperawatan, KonsentrasiAbstract
Latar Belakang : Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur diketahui dapat meningkatkan kesehatan fisik, kesehatan mental, serta fungsi kognitif seseorang, termasuk kemampuan konsentrasi. Mahasiswa keperawatan memiliki tuntutan akademik yang tinggi sehingga membutuhkan kemampuan konsentrasi yang optimal selama proses pembelajaran dan praktik klinik. Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh yang berdampak pada menurunnya kemampuan konsentrasi dan prestasi akademik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 100 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tingkat konsentrasi diukur menggunakan Concentration Grid Test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05 . Hasil : Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik kategori sedang (52%) dan tingkat konsentrasi kategori baik (48%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,465 yang menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara aktivitas fisik dan tingkat konsentrasi mahasiswa. Kesimpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara pola aktivitas fisik dengan tingkat konsentrasi mahasiswa keperawatan. Semakin baik aktivitas fisik mahasiswa maka semakin baik pula tingkat konsentrasi yang dimiliki.
Downloads
References
Craig, C. L., Marshall, A. L., Sjöström, M., et al. (2017). International Physical Activity Questionnaire (IPAQ): 12-country reliability and validity. Medicine & Science in Sports & Exercise, 35(8), 1381–1395.
Dahlan, M. S. (2021). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (Edisi 7). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.
Donnelly, J. E., Hillman, C. H., Castelli, D., et al. (2019). Physical activity, fitness, cognitive function, and academic achievement. Medicine & Science in Sports & Exercise, 48(6), 1197–1222.
Hillman, C. H., Erickson, K. I., & Kramer, A. F. (2018). Be smart, exercise your heart: Exercise effects on brain and cognition. Nature Reviews Neuroscience, 9(1), 58 – 65.
Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2021). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (11th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P., & Hall, A. (2021). Fundamentals of nursing (11th ed.). Elsevier.
Ratey, J. J., & Hagerman, E. (2018). Spark: The revolutionary new science of exercise and the brain. New York: Little, Brown and Company.
Sherwood, L. (2022). Human physiology: From cells to systems (10th ed.). Boston: Cengage Learning.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.World Health Organization. (2022). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization.



.png)
.png)



.png)
.png
)


