Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hyperemesis Gravidarum di Klinik Budi Mulia Medika Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.70656/stjhs.v2i2.497Keywords:
Hyperemesis Gravidarum, Kehamilan, Umur Ibu, Paritas Ibu, Pekerjaan IbuAbstract
Abstrak
Keluhan mual muntah yang berlebihan atau lebih dikenal dengan Hyperemesis Gravidarum, terjadi mulai dari usia kehamilan 6 minggu dan dapat berlangsung sampai minggu ke 12 bahkan lebih. Beberapa factor penyebab nya antara lain factor psikologis, usia ibu, paritas, pekerjaan,pengetahuan ibu, Tingkat stress,peningkatan hormon dan lain-lain. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 lebih dari 260.000 perempuan yang meninggal di masa kehamilan dan persalinan. Dari data Kemenkes Ri tahun 2023, jumlah kematian ibu di Indonesia sebesar 4.482 kasus, dengan jumlah tertinggi terdapat di Jawa Barat yaitu 792 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang mempengaruhi antara umur,paritas dan pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum di Klinik Budi Mulia Medika tahun 2024. Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik simple random sampling systematic. Didapatkan 62 ibu hamil yang mengalami Hyperemesis Gravidarum. Dan dari penelitian ini ditemukan ada hubungan antara umur ibu (p = 0,028), paritas ibu (p=0,036) dan pekerjaan ibu (0,028) dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum.
Kata kunci: Hyperemesis Gravidarum, Kehamilan, Umur Ibu, Paritas Ibu, Pekerjaan Ibu
Abstract
Excessive nausea and vomiting, commonly known as Hyperemesis Gravidarum, typically begins around the sixth week of pregnancy and may continue until the twelfth week or even longer. Several factors are believed to contribute to this condition, including psychological factors, maternal age, parity, occupation, level of knowledge, stress level, hormonal changes, and others. According to the World Health Organization (WHO), in 2023, more than 260,000 women died during pregnancy and childbirth. Data from the Indonesian Ministry of Health (Kemenkes RI) in 2023 recorded 4,482 maternal deaths in Indonesia, with the highest number reported in West Java (792 cases). This study aims to examine the relationship between maternal age, parity, and occupation and the incidence of Hyperemesis Gravidarum at Budi Mulia Medika Clinic in 2024. The research employed an analytical survey using a case-control approach. Samples were selected through a systematic simple random sampling technique, resulting in 62 pregnant women diagnosed with Hyperemesis Gravidarum. The findings indicate a significant relationship between maternal age (p = 0.028), maternal parity (p = 0.036), and maternal occupation (p = 0.028) and the occurrence of Hyperemesis Gravidarum.
Keywords: Hyperemesis Gravidarum, Pregnancy, Maternal Age, Maternal Parity, Maternal Occupation
Downloads
References
Cunningham,F.G et al. 2020. Obstetri Williams (Edisi 25). Jakarta :EGC
Fauziyah, Y. (2020). Obstetri Patologi: Untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Nuha Medika.
Hijrawati, N., Sari, Y. O., dan Wulandatika, D. 2023. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil di Poliklinik Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 8(2): 109–118.
Kemenkes RI. 2024. Profil Program Kesehatan Masyarakat Tahun 2023. Jakarta : Kemenkes RI. Diakses dari : https://kesprimkom.kemkes.go.id
Lubis, B., Hanim, L., Br Bangun, S., & Ajartha, R. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di wilayah Puskesmas Tanjung Pasir. Jurnal Kesehatan Masyarakat & Gizi, 3(2), 123–130.
Munawaroh, S., Pratiwi, L. L., & Soetrisno, S. (2022). Hyperemesis gravidarum and maternal age under 20 years: A cross-sectional study. Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 10(3), 163–168
Nurhasanah, N., Aisyah, S., & Amalia, R. (2022). Hubungan jarak kehamilan, pekerjaan dan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), 736-741
Paskana, K., & Gusnidarsih, V. (2020). Hubungan paritas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Jurnal Asuhan Ibu dan Anak, 5(2), 25–29.
Salindri, Y. (2020). Karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Klinik Rawat Inap dan Bersalin Prima Husada Batanghari pada tahun 2017-2019. Jurnal Kesehatan Wira Buana, 7(4)
Shella, T. S. B., & Dewi, S. T. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di RS Bhayangkara Tahun 2023. Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 14(1), 8–19.
Wahid, M. K. (2021). Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal Care Patologi. UIN Alauddin Makassar.
Yanti, R., Sari, E. P., Ernawati, W., & Sari, I. (2024). Hubungan pengetahuan, status gizi, dan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di PMB Yuli Bahriah Palembang tahun 2024. Indonesian Journal of Health Science, 5(3), 482–491.



.png)
.png)



.png)
.png
)


