GERAKAN POLITIK PEMUDA DEMOKRAT INDONESIA DALAM PROSES PENDAMPINGAN MASYARAKAT DESA PEDAMARAN VI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
DOI:
https://doi.org/10.70656/emisja.v3i1.868Keywords:
Gerakan Politik, Pemuda Demokrat Indonesia, Partisipasi Non-Elektoral, Pendampingan Masyarakat, Transparansi Dana DesaAbstract
Partisipasi politik di tingkat pedesaan sering kali terhambat oleh asimetri informasi dan hegemoni elite lokal dalam pengelolaan anggaran publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika gerakan politik Pemuda Demokrat Indonesia (PDI) dalam pendampingan masyarakat di Desa Pedamaran VI, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Fokus penelitian diarahkan pada tiga dimensi: repertoar bentuk gerakan politik, faktor motivasi organisasional, serta implikasi pendampingan terhadap kesadaran dan kontrol sosial warga. Menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (pimpinan organisasi, perangkat desa, tokoh adat, serta perwakilan pemuda dan warga) yang dipilih secara purposive, serta diperkuat dengan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan politik PDI beroperasi melalui spektrum aksi ekstra-parlementer/non-elektoral, mencakup pengawasan partisipatif anggaran Dana Desa, fasilitasi advokasi, unjuk rasa damai, serta literasi politik berbasis diskursus. Motivasi organisasi berakar pada dorongan moral-ideologis mewujudkan transparansi tata kelola anggaran dan merespons keluhan warga atas indikasi penyimpangan, sekaligus memperkuat legitimasi peran sosial masyarakat sipil di aakar rumput. Pendampingan ini berhasil mentransformasi orientasi kognitif dan psikologis warga menuju keberanian bersuara di Musyawarah Desa, meskipun dampaknya terhadap transparansi struktural pemerintah desa masih terbatas.
Downloads
References
Almond, G. A., & Verba, S. (2015). The Civic Culture: Political Attitudes and Democracy in Five Nations. London: Sage Publications.
Antlöv, H., Wetterberg, A., & Dharmawan, L. (2016). Village governance, community life, and the 2014 Village Law in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 52(2), 161–183. https://doi.org/10.1080/00074918.2015.1129047
Berenschot, W. (2021). Democracy for Sale: Clientelism in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.
Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.
Chambers, R. (2017). Can We Know Better? Reflections for Development. Rugby: Practical Action Publishing.
Cohen, J. L., & Arato, A. (1992). Civil Society and Political Theory. Cambridge: MIT Press.
Fox, J. A. (2015). Social accountability: What does the evidence really say? World Development, 72, 346–361. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2015.03.011
Ginting, G., Kuswandi, A., & Budiati, A. (2024). Pembangunan Desa dan Partisipasi Warga. Jakarta: Pustaka Obor.
Kahne, J., & Bowyer, B. (2018). The political significance of social media activity in the 2016 election. Political Communication, 35(3), 470–493.
Kamali, M. H. (2019). Good Governance and Islam: Principles and Practices. Cambridge: Islamic Texts Society.
Lea, V. (2021). Dimensions of Community Empowerment in Local Governance. London: Routledge.
Nugroho, Y. (2017). State–Civil Society Relations in Indonesia: A Contemporary Analysis. Singapore: ISEAS Publishing.
Nurbaeti, E., Engkus, E., & Nur, M. (2022). Peranan LPM dalam pembangunan di Desa Sukahayu Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(9), 2991–2998.
Pratama, A. B., & Rahmat, H. (2018). Peran Karang Taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda sebagai gerakan warga negara. Jurnal Civics: Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 173–182.
Rahman, A. (2017). Etika politik Islam dan akuntabilitas publik. Jurnal Politik Islam Kontemporer, 8(1), 45–62.
Rakhman, F., & Haryadi, P. (2022). Peran pemuda dalam penyadaran konflik di Kota Ambon (Studi kasus: Komunitas Non-Violent Study Circle). Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 55–68.
Rosser, A., & Bebbington, M. (2020). Collective action and social accountability in rural Indonesia. Development Policy Review, 38(4), 481–498.
Salamon, L. M., Sokolowski, S. W., & Haddock, M. A. (2017). Explaining Civil Society Development: A Social Origins Approach. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Scott, J. C. (1972). Patron-client politics and political change in Southeast Asia. American Political Science Review, 66(1), 91–113. https://doi.org/10.2307/1959280
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suswanto, B., Windiasih, R., Sulaiman, A., & Weningsih, S. (2019). Pendampingan masyarakat dan pemberdayaan desa berbasis Participatory Rural Appraisal. Sosio Konsepsia, 8(3), 215–228.
Tarrow, S. (2015). Power in Movement: Social Movements and Contentious Politics (Updated ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Teorell, J. (2016). Participation and Political Equality. Cambridge: Cambridge University Press.
Tilly, C. (2004). Social Movements, 1768–2004. Boulder: Paradigm Publishers.
Van Stekelenburg, J., & Walgrave, S. (2018). Contemporary Social Movements and Political Participation. Cambridge



.png)

.png)

.png)
.png
)


